Pandemik Yustinianus dan Black Death, sampai Kuku nya Menghitam

Wabah ini menyerang di era Kekaisaran Romawi timur daerah luas yang melingkupi seluruh wilayah Mediterania dan sebagian besar Eropa Timur. Menurut penelitian, penyebabnya adalah Yersinia pestis, organisme yang menyebabkan penyakit pes (penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh enterobakteria, disebarkan oleh hewan pengerat (terutama tikus). Wabah penyakit ini banyak terjadi dalam sejarah, dan telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Kasus yang paling dramatis adalah Kematian Hitam (Black Death) yang terjadi di Eropa pada Abad Pertengahan.

Yustinianus dan Black Death


Selama ribuan tahun, tidak ada penyakit epidemi Yustinianus. Namun, ketika orang-orang mulai tinggal di kota, infeksi bisa menyebar dengan lebih mudah. Ketika pedagang dan tentara melakukan perjalanan dari kota ke kota, mereka membawa bakteri dan virus bersama mereka dan menyebarkan infeksi ke populasi baru.

Yustinianus dan Black Death


Wabah penyakit ini membengkakan kelenjar getah bening yang muncul di leher korban, ketiak ataupun pangkal paha. Penyakit ini tumbuh dengan berbagai ukuran, dimulai dari sebesar telur hingga sebesar apel. Meskipun beberapa orang selamat dari penderitaan, wabah penyakit ini biasanya hanya memberikan harapan hidup satu minggu pada korban. Penyebaran wabah Pes bermula dari kutu yang terinfeksi (melalui kontak langsung dengan hewan pengerat). Setelah tikus/pengerat tersebut mati, kutu menggigit manusia dan menyebarkannya kepada manusia.

Yustinianus dan Black Death


cara penyebaran nya, bisa melalui udara yaitu menyerang sistem pernapasan dan kemudian disebarkan kembali hanya dengan menghirup udara yang dihembuskan melalui korban. harapan hidup hanya dapat diukur dalam satu atau dua hari. selain itu wabah ini menyerang sistem darah, menyebar melalui gigitan serangga atau hewan pengerat yang telah terinfeksi, atau melalui kontak dengan manusia yang telah terinfeksi lainnya

Tidak ada komentar untuk "Pandemik Yustinianus dan Black Death, sampai Kuku nya Menghitam"