Taukah Anda Cara Kerja Barcode

Baca Juga

Barcode adalah kode batang, sehingga datanya adalah berupa kumpulan batang yang kebanyakan berwarna hitam dan putih dan dapat diterjemahkan menjadi sebuah angka atau suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Selain itu barcode dapat juga diartikan sebagai suatu cara dalam pengkodean informasi yang berupa text. maka kita yang menyukai dunia komputer pasti tertarik memahami cara kerjanya. Kode baris atau barcode ini terdiri dari deretan-deretan garis hitam tebal dan tipis berselang-seling, dengan huruf atau deretan angka di bawahnya.

Barcode berupa susunan garis cetak vertikal hitam putih dengan lebar berbeda untuk menyimpan data-data spesifik untuk mempermudah sistem komputer dalam mengidentifikasi data informasi yang dikodekan dalam barcode.

kalautau.com - Taukah Anda Cara Kerja Barcode

Keuntungan Menggunakan Barcode

Bisa mengumpulkan dan membaca suatu informasi dengan cepat dan akurat. Informasi yang dikodekan dapat dibaca dengan cara scanning oleh peralatan elektronik yaitu barcode reader. Struktur dasar barcode adalah start pattern, karakter atau isi data, satu atau dua karakter cek (optional), dan stop pattern[1]. Kegunaan utama dari barcode adalah untuk mengidentifikasi sesuatu barang atau item dengan membaca label yang berupa bar yang tercantun atau tertera pada item tersebut. Label itu mengandung informasi nomor atau karakter string yang unik dan berbeda dari setiap label yang lain. Data dalam barcode itu kemudian dimasukkan ke dalam database dari sebuah aplikasi dimana data barcode itu menjadi index dari suatu record dalam database yang berisi informasi data yang lebih lengkap tentang item yang di scan tersebut.

Sistem yang sering dipakai adalah pengkodean biner. Tiap garis mewakili angka 1 dan sela kosong berarti 0. American Standard Code for Information Interchange (ASCII) atau Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi menyusun daftar kode biner tujuh digit untuk membuka Barcode.

Tipe Barcode Reader

#1.Reader Type Pan

Terdiri dari Light source (cahaya yang dipancarkan reader) dan photo diode (untuk menerima pantulan sinar. Cara kerjanya pen digerakan melintasi seluruh barcode untuk mengambil data dari barcode tersebut lalu photo diode mengukur intensitas cahaya pantulan dan membuat suatu gelombang yang digunakan untuk mengukur lebar dan spasi dari barcode.

#2.Laser Scanner

Prinsip kerja hampir sama dengan reader type pen tetapi penggunaan sinar lasernya sebagai light source-nya. Untuk menjalankan sinar ke seluruh barcode, laser sacanner menggunakan media kaca yang bergerak atau dengan prisma yang berputar. Dan untuk mengukur intensitas dari pantulan digunakan photo diode. Pada laser scanner ataupun type pan, sinar yang dipancarkan oleh reader di set pada frekuensi yang terttentu dan photo diode akan mendeteksi sinar yang dipantulkan sama dengan setting yang ada.

#3.CCD (Charge Coupled Device) Reader

Terdiri dari ratusan sensor cahaya kecil yang berjajar pada kepala reader. Setiap sensor terditi dari satu photo diode yang mengukur intensitas cahaya.

#4.Reader Berbasis Kamera

Menggunakan video kecil untuk mengambil gambar dari barcode. Kemudian reader akan menggunakan “digital image processing technique” untuk mengkodekan kembali barcode menjadi numeric.

Kegunaan Barcode / kode baris

  1. Untuk mengelompokkan, menandai atau mengidentifikasi barang, buku atau kartu dengan lebih mudah. Pabrik menggunakannya untuk memudahkan penjualan dan penyimpanan barang. 
  2. Kalau di perpustakaan, Barcode digunakan untuk memudahkan pustakawan memperoleh informasi mengenai status suatu buku.
  3. Untuk mengetahui harga barang. Pasar-pasar swalayan menggunakannya untuk mengetahui harga suatu barang dengan lebih cepat dan benar.
  4. Untuk mengetahui tempat asal barang. Angka tertentu yang tertera pada Barcode mewakili negara dan pabrik asal barang.
  5. Untuk mempercepat pengecekan barang. Pabrik akan dengan cepat mengetaui informasi tentang suatu barang dari pasar swalayan. Berapa jumlah barang yang terjual, misalnya. Untuk mengurangi kesalahan pengetikan. Kesalahan pengetikan harga barang, jenis barang, asal barang dan data-data lainnya dapat dihindari jika menggunakan garis.

Sejarah Barcode

Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industry. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik.Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya barcode dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan barcode untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.