Caritau Filosofi Baris Berbaris

Baca Juga

Baris berbaris secara semiotika adalah sebuah symbol yang digunakan untuk merepresentasikan nilai-nilai keselarasan dalam bergerak mengatasi persoalan berbangsa dan bernegara. Pasukan militer diajari baris berbaris untuk meningkatkan ketrampilan mereka dalam memahami sebuah kode atau sandi atau symbol secara tepat, sehingga mereka dapat melakukan sesuatu secara serempak, sehingga langkah pertahanan dan keamanan dapat berjalan dengan baik. Upaya untuk melakukan pertahanan dan keamanan dapat berjalan sistematis. 

kalautau.com - Filososfi Baris Berbaris

Baris berbaris tidak lain adalah sebuah miniature bagaimana manajemen dan komunikasi antar person dalam sebuah kelompok dapat berjalan dengan baik. Symbol-simbol komunikasi dapat digunakan secara efektif karena symbol-simbol tersebut dimaknai secara sempurna sesuai dengan maksud pesan yang diinginkan.

Tujuan Baris berbaris untuk Menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab
1. Menumbuhkan kesadaran berdisiplin diri dan kolektif.
2. Memupuk rasa/jiwa persatuan, kebersa-maan dan kekompakan.
3. Memupuk rasa tanggung jawab.
4. Memupuk kesadaran untuk melaksanakan perintah dengan cepat dan tepat.

Pertama, baris-berbaris melatih berkonsentrasi. Ini adalah sebuah latihan kombinasi mendengarkan instruksi dan motorik yang bagus. Ketika komandan memerintahkan “hadap kiri” misalnya, setelah teriakan “gerak” kami harus menghitung satu, dua, tiga ke arah kiri. 

Kedua, belajar tentang solidaritas tim. Jika ada satu anggota yang salah harus mengulang-ulang gerakan hingga tak seorang pun salah. Setiap orang bisa mengalami kesalahan yang sama, jadi tidak ada alasan untuk menyalahkan yang salah. 

Ketiga, belajar untuk mendengarkan dan patuh. Kebiasaan ini penting untuk situasi darurat di manapun

Keempat, belajar untuk diam dan mengatur emosi. harus terus berkonsentrasi dan dengan waspada menunggu instruksi selanjutnya.

Kelima, karena terbiasa dalam sikap disiplin dan fokus pada instruksi

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.