Cari Tau Kenapa Alkohol bisa Memabukkan

Baca Juga


kalautau.com- mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang kecil, alkohol bisa menimbulkan perasaan nyaman
Mengkonsumsi alkohol dapat menimbulkan efek dalam waktu beberapa menit saja yang biasa disebut dengan efek jangka pendek, akan tetapi efeknya juga berbeda-beda, tergantung dari banyaknya alkohol yang dikonsumsi. Jika mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang kecil, alkohol bisa menimbulkan perasaan nyaman, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosinya,. Bila kadar alkohol yang dikonsumsi lebih banyak lagi, akan menimbulkan efek seperti : pengguna akan merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, merasa lebih emosional seperti sedih, senang, marah secara berlebihan, dan selanjutnya akan berpengaruh ke fungsi fisik – motorik, fisik motorik adalah pengaruh yang berimbas ke fisik pengguna seperti bicara cadel, pandangan menjadi kabur atau berkunang-kunang, tubuh sempoyongan, bahkan pengguna bisa sampai pingsan atau tidak sadarkan diri.

Cari Tau Apa itu alkohol

kalautau.com - etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.

Sebab Akibat Alkohol bisa memabukan

kalautau.com - Alkohol menghentikan komunikasi dan pergerakan bahan kimia antar reseptor saraf dalam otak
Ethanol yang masuk ke sistem pencernaan akan dilarutkan dalam air dan masuk ke aliran darah dan menyatu dengan membran sel. Bahkan, ethanol bisa masuk menembus jaringan, otot, kulit, serta otak. Saat berada di otak, alkohol bekerja pada salah satu bagiannya yang disebut nucleus accumbens. Area ini terletak di tengah otak dan bagian yang berkaitan dengan memori. Alkohol kemudian melepaskan dopamine pada nucleus accumbens. Alkohol menghentikan komunikasi dan pergerakan bahan kimia antar reseptor saraf dalam otak. Alkohol menekan saraf dan otak, sementara saraf mempengaruhi hampir semua fungsi tubuh. Alkohol yang cukup banyak akan membuat orang tertidur atau muntah. Kemudian, alkohol diproses dalam lever. Alkohol tak merusak lever, namun zat dari alkohol yang telah diproses itulah yang bisa menyebabkan kerusakan. Sementara itu, alkohol yang tidak diproses akan terus beredar ke seluruh tubuh, keluar dalam bentuk urin dari ginjal, masuk ke kulit, dan paru-paru.

Situasi dimana alkohol dikonsumsi juga dapat mempengaruhi tingkat mabuknya seseorang. Orang yang sedang dalam keadaan emosional juga dapat mempengaruhi sejauh mana alkohol mempengaruhi mereka, sementara penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang minum dalam jumlah kecil di tempat-tempat di mana orang lain dalam keadaan mabuk juga menunjukkan tanda-tanda ke-mabukan. Ini telah terbukti menjadi sebuah kasus manakala seseorang telah minum minuman ringan tapi terkecoh dengan berpikir bahwa minuman tersebut beralkohol.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.