ASAL Mula Pertunjukan Film Bioskop

Baca Juga

Cari Tau apa itu Bioskop

kalautau.com - tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar.
Bioskop yang artinya "melihat" adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Gambar film diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Bioskop pertama kali muncul di Indonesia atau lebih tepatnya Hindia Belanda itu pada Desember 1900 dan terletak di Jl.Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Bukan, bentuknya bukan langsung gedung bioskop, Blisteners. Bioskop pertama kali muncul di rumahnya seorang Belanda dengan harga karcis kelas I, dua gulden; karcis kelas II, 1 gulden dan karcis kelas III, 50 sen.

Asal Mula Bioskop

kalautau.com - Auguste dan Louis Lumiere menciptakan alat Cinematographe
ASAL mula pertunjukan film dalam sebuah ruangan dimulai oleh Lumiere bersaudara. Auguste dan Louis Lumiere menciptakan alat Cinematographe yang merupakan modifikasi Kinetoscope ciptaan Thomas Alva Edison. Kinetoscope digunakan untuk melihat gambar bergerak dengan cara mengintip dari satu lobang, Lumiere membuatnya mampu memproyeksikan gambar bergerak sehingga bisa di nikmati secara bersama-sama. Pada 28 Desember 1895, untuk pertama kalinya puluhan orang berada didalam suatu ruangan menonton film yang diproyeksikan ke sebuah layar lebar. Lumiere bersaudara menyewa sebuah ruang bilyard tua di bawah tanah di Boulevard des Capucines, Paris, yang kemudian dikenal sebagai bioskop pertama di dunia. Tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Grand Cafe dan menjadi tempat paling populer di Eropa.

Film-film yang diputar dibioskop-bioskop jaman dulu adalah film bisu atau film tanpa suara. Tapi biasanya pemutaran film-film bisu itu juga diiringi oleh musik orkes. Sejak tahun 1900 itu, bioskop-bioskop di Indonesia berkembang pesat, dari mulai bioskop yang diputar di dalam ruangan, bioskop keliling, sampai bioskop "misbar", yang kalau hujan gerimis penontonnya bubar.

kalautau.com - Kinetoscope digunakan untuk melihat gambar bergerak dengan cara mengintip dari satu lobang
Perkembangan bioskop di Indonesia ini mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1990, terdapat 3.048 layar! Sampai sekarang bioskop terus berkembang dan berinovasi. Seperti kita tahu, sekarang kita bisa makan di dalam bioskop, menonton film dalam format 3 dimensi, sampai menonton film sambil tiduran di dalam bioskop! Siapa tahu, mungkin suatu saat nanti kita bisa refleksi sambil nonton dibioskop.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.